Politics

ZS EV Wujud Eksistensi MG di Industri Automotif Indonesia



loading…

MG ZS EV merupakan salah satu bukti kesiapan MG Motor Indonesia dalam mengakselerasi elektrifikasi industri omotif di Indonesia. Foto/IST

JAKARTA – Pemerintah telah berkomitmen dalam pengurangan emisi melalui ratifikasi Perjanjian Paris yang tercermin dalam UU No 16/2016. Dalam Perjanjian Paris tersebut, Indonesia diharuskan untuk menguraikan dan mengkomunikasikan aksi dalam ketahanan iklim pasca 2020 yang dalam dokumen Kontribusi yang ditetapkan secara nasional (NDC).

Dalam dokumen NDC tersebut, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi fuel rumah kaca sebesar 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan bantuan internasional pada 2030.

Sejumlah stakeholder terus memberikan dukungan nyata terhadap komitmen pemerintah itu. Salah satunya industri automotif. Hal ini lantaran industri ini menjadi salah satu penyumbang emisi fuel rumah kaca.

Dalam perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022, sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) menghadirkan kendaraan ramah lingkungan dari segmen kendaraan elekterifikasi. Termasuk MG Motor Indonesia. Brand MG atau Morris Garage merupakan pabrikan asal Inggris yang masuk ke pasar Tanah Air pada 2020 silam.

Meskipun baru dua tahun di Indonesia, namun sejatinya pabrikan asal Inggris ini memiliki reputasi dan pengalaman hampir seabad.

Berbasis di Longbridge, Birmingham, Inggris, mobil ini memiliki identitas Brit Dynamic yang menjadi standar yang mencakup desain, penanganan yang presisi, performa dan keselamatan tanpa kompromi.

Didukung dengan kemajuan teknologi yang kian cepat, MG sudah turut berpartisipasi dalam pengembangan teknologi hijau dengan membuat kendaraan listrik atau electrical automobile. Dimulai dari MG ZS EV, mobil listrik murni pertama MG, kemudian MG HS PHEV berkekuatan hibrida, MG E-Motion, hingga MG Marvel R yang meneruskan MG Marvel X, kesemuanya menawarkan kedinamisan kemudi yang hebat serta niremisi.

Di Inggris, MG ZS EV membuat sensasi dengan angka penjualan sebanyak 2.000 unit hanya dalam rentang waktu 60 hari pertama setelah diluncurkan. Pasalnya, mannequin listrik ini tidak hanya meredefinisi ekspektasi para pecinta otomotif di sana, tetapi benar-benar merevolusi cara berkendara yang sepenuhnya beremisi nol, ditambah lagi menjadi EV pertama yang benar-benar terjangkau.

Baca juga : Sukses Uji Terbang di Kemayoran Taksi Terbang EHang 216 Dikendalikan dari China



Source hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close