News

Twist Modern, Material Alam yang Menghidupkan Hunian


Umumnya, rumah-rumah di Bali memiliki atap berbentuk pelana. Bentuk atap tersebut bisa tetap dipertahankan hingga saat ini dengan sentuhan arsitektur trendy yang membuatnya tampak mewah dan homey. Misalnya, salah satu hunian karya DDAP Architect yang satu ini.

PEMILIHAN atap pelana pada rumah ini dimaksudkan agar tidak kontras dengan bangunan sekitar. Menurut Dirgantara I Ketut selaku arsitek prinsipal rumah tersebut, hal itu secara tidak langsung akan meningkatkan privasi rumah. Namun, Dirgantara memberikan twist dengan membuat fasad seolah seperti dua massa bangunan yang ditumpuk. ’’Kami menyebutnya stacking gables,’’ katanya kepada Jawa Pos pada Jumat (8/4) lalu.

Bagian bawah yang merupakan lantai 1 berbentuk persegi panjang, lalu di atasnya terdapat space lantai 2 beratap pelana. Secara garis besar, rumah itu seperti barn atau lumbung tradisional yang dimodernisasi dengan pemilihan materials.

Misalnya paras klanting, batu alam khas Bali yang diaplikasikan pada sebagian besar dinding. Untuk eksterior, batu tersebut dibiarkan terekspos tanpa cat sehingga menampilkan warna aslinya yang tidak begitu mencolok. Kemudian menyatu dengan materials trendy seperti kaca dan besi.





Source hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close