Lifestyle

Prabowo Subianto Ungkap Cara Asia Hadapi Geopolitik Dunia


Sabtu, 11 Juni 2022 – 19:30 WIB

VIVA – Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, berbicara dalam diskusi panel forum IISS Shangri-La Dialogue 2022, yang mengambil tema “Mengelola Persaingan Geopolitik di Kawasan Multipolar,” Singapura, Sabtu 11 Juni 2022.

Dalam pemaparannya tersebut, Prabowo memberikan pemaparan the asian ways atau cara Asia dalam menghadapi tantangan dan perubahan geopolitik global, untuk mencapai perdamaian.

“Dalam pengalaman kami, selama 40 hingga 50 tahun terakhir, kami telah menemukan cara kami sendiri, cara Asia untuk menyelesaikan tantangan ini. Kami memutuskan bahwa pengalaman bersama kami didominasi, diperbudak, dieksploitasi, memaksa kami sekarang untuk berjuang, untuk menciptakan lingkungan yang damai. Lingkungan yang bersahabat,” jelas Prabowo, Sabtu 11 Juni 2022.

Dalam kesempatan itu juga, Prabowo merasa yakin bahwa kekuatan dunia saat ini yakni China dan Amerika Serikat, akan mengambil posisi yang bijaksana juga. Tujuannya adalah dalam rangka perdamaian dunia. Karena menurutnya, penting memiliki pemimpin yang bijaksana dalam mengelola negara di tengah tantangan geopolitik dunia saat ini.

“Perang dunia II melahirkan gerakan kemerdekaan melawan imperialisme selama ratusan tahun. Pengalaman saudara-saudara kita di Indocina, pengalaman saudara-saudara kita di Filipina, di India, di banyak bagian Asia dan Pasifik membuat kita sangat-sangat sadar akan perlunya kepemimpinan yang bijaksana dan penuh kebajikan,” ujar Prabowo.

Maka dengan kondisi demikian, tanggungjawab besar kini juga ada di tangan pemimpin yang memiliki kekuatan besar di dunia. Ada di pundak mereka saat ini. 

“Kami yakin bahwa para pemimpin kekuatan besar menyadari tanggung jawab besar di pundak mereka. Bahwa mereka akan memegang tanggung jawab mereka dengan kebijaksanaan dan kebajikan,” lanjutnya.

Prabowo mengatakan, Indonesia adalah negara yang terkena dampak besar dari sentimen negatif persaingan antara negara tetangga. Meski demikian, Indonesia telah memiliki ramuan tersendiri untuk mengatasi gejolak internal akibat dari faktor eksternal, yaitu dengan menciptakan lingkungan yang damai, toleransi antar sesama agama, ras maupun suku.

“Kami telah memutuskan bahwa pengalaman umum kami didominasi, diperbudak, dieksploitasi, memaksa kami sekarang untuk berjuang, untuk menciptakan lingkungan yang damai. Lingkungan persahabatan,” katanya.

Untuk diketahui, forum IISS Shangri-La Dialogue 2022, adalah salah satu forum penting yang dihadiri banyak pejabat senior di dunia. Mereka berdiskusi untuk berbagi perspektif mengenai keamanan dan perkembangannya di Asia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.