News

Kronologi Perampok Bersenjata Satroni Minimarket di Tangerang, Gasak Rp70 Juta


Merdeka.com – Sebelum menjalankan aksinya, perampok minimarket di Tangerang berpura-pura menjadi pembeli. Mereka juga menggasak uang Rp70 juta.

“Pihak dari Alfamart menderita kerugian uang sebanyak Rp70 juta,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan dalam keterangannya, Rabu (20/4).

Uang Rp70 juta terdiri diambil dari Rp30 juta yang diambil dari kasir dan Rp40 juta diambil dari brankas. Uang itu mereka dapat setelah memaksa para pegawai minimarket untuk menyerahkan uang tersebut.

Mereka datang saat minimarket hendak tutup pukul 22.00 WIB. Awalnya, para pelaku berjumlah tiga orang berpura-pura jadi pembeli. Dua dari tiga pelaku menggunakan senjata api dan senjata tajam berupa pisau.

“Kemudian 1 orang yang menggunakan senjata api sempat menodongkan kepada salah satu karyawan Alfamart bagian kasir,” sebut Zulpan.

Polres Tangerang Selatan masih melakukan penyelidikan guna meringkus kawanan perampok ini.

“Sedang melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap para pelaku yang tentunya kita sudah melihat gambar mereka dari CCTV dan juga keterangan beberapa saksi termasuk para korban,” tuturnya.

Kesaksian Warga

Sebelumnya, Nini (36), penghuni rumah yang berada persis di samping minimarket yang dirampok di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang mengaku kaget saat polisi memintanya mengungsi.

“Saya kaget banget, anak-anak juga sedang tidur saat itu. Polisi masuk ke dalam rumah minta kita mengungsi, mana suami juga belum pulang,” kata Ibu tiga orang anak ini kepada wartawan, Rabu (20/4).

Tidak lama setelah mengungsi bersama tiga anaknya yang masih balita, Nini kemudian mendengar suara letupan senjata api berkali-kali. Dia tidak dapat memastikan apakah baku tembak itu berasal dari perampok dan polisi.

Setelah situasi aman, kemudian dia bersama anak-anaknya baru kembali masuk ke rumah. Dia juga tidak mengetahui apakah ada bagian rumahnya yang rusak.

“Kalau kerusakan yang terlihat itu tembok minimarket pada bolong, kalau rumah nanti baru mau dicek suami saya,” jelas dia.

Dia menuturkan, ada tiga pegawai minimarket yang disekap pelaku perampokan. Menurut dia, setiap hari minimarket tersebut ramai pengunjung.

“Kalau di sini minimarket yang ramai tuh ini, yang lain kurang ramai. Kalau jalanan memang sepi, tapi relatif kendaraan 24 jam. Apalagi kalau malam sampai subuh,” jelas dia.

[lia]





Source hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close