Entertainment

Alasan Ernest Prakasa pilih Muhadkly sutradarai “Gara Gara Warisan”



Bicara warisan itu bisa menyangkut pandangan orang tua, anak, menantu, dan mertua

Jakarta (ANTARA) – Jelang perilisan movie “Gara Gara Warisan”, Ernest Prakasa menjelaskan alasannya mempercayakan Muhadkly Acho sebagai sutradara untuk movie tersebut.

“Karena satu dan lain hal, saya tidak punya kesempatan untuk mengerjakannya. Kebetulan ketika ngobrol sama Acho, dia punya kisah yang cukup personal dan sangat relate sama premis ini. Akhirnya dia yang mengembangkan,” jelas Ernest saat dijumpai di Jakarta Selatan, Selasa.

“Saya percaya karena dia sudah duduk di samping saya di dua film sebagai konsultan komedi. Masukan-masukannya saya percaya. Perspektif dan sense dalam mengomentari keputusan-keputusan saya, bisa membuat saya membaca kalau dia sudah di jalur yang benar dan sudah siap,” sambungnya.

Baca juga: Cerita di balik debut penyutradaraan Acho di movie “Gara-Gara Warisan”

Di sisi lain, Acho memaparkan bahwa selain menghibur, movie ini membawa pesan yang sangat penting untuk keluarga. Sehingga, dirinya pun tertarik untuk menjadi sutradara dari movie “Gara Gara Warisan”.

“Film ‘Gara Gara Warisan’ adalah film keluarga yang menghibur. Bicara warisan itu bisa menyangkut pandangan orang tua, anak, menantu, dan mertua. Premis ini saya yakin solid dan bisa dijadikan hiburan Lebaran,” ungkap Acho.

“Film ini juga akan terasa hangat karena membawa pesan yang buat saya sangat penting tentang kepercayaan dalam sebuah keluarga ketika dihadapkan pada sebuah ujian besar, dalam hal ini warisan. Karena ini harus selalu jadi pertanyaan dalam diri kita, jika tiba saatnya warisan dibagi, sejauh mana keluargamu bertahan untuk tetap saling mencintai?” tambahnya.

Baca juga: “Gara-Gara Warisan” jadi movie komedi pertama Oka Antara

“Gara Gara Warisan” bercerita tentang tiga saudara yang tidak pernah akur terpaksa bersaing memperebutkan warisan berupa sebuah visitor home milik Dahlan (Yayu Unru), ayah mereka.

Dalam keluarga tersebut, ada Adam (Oka Antara) yang merupakan anak sulung yang menyalahkan sikap keras ayahnya untuk kegagalan-kegagalan hidupnya. Anak kedua yakni Laras (Indah Permatasari) adalah anak yang berjiwa independen dan idealis.

Sementara itu, anak ketiga yakni Dicky (Ge Pamungkas) merupakan anak bungsu kesayangan ayahnya yang dimanja sejak kecil dan tumbuh sebagai pemuda yang bengal. Film hiburan keluarga ini akan hadir di bioskop pada 30 April 2022 mendatang.

Baca juga: Film komedi “Gara-Gara Warisan” akan tayang di bioskop pada 30 April

Baca juga: “Teka-Teki Tika” jadi eksplorasi style baru Ernest Prakasa

Baca juga: KPID Jabar batasi pemutaran lagu barat, Ernest Prakasa buang HP

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022



Source hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close